Cara Mangatasi Bayi Susah Tidur - Qrah.Me

Rabu, 16 Januari 2019

Cara Mangatasi Bayi Susah Tidur


Cara Mangatasi Bayi Susah Tidur

Para orang tua yang mempunyai bayi tidak jarang mengeluhkan tidak cukup tidur di malam hari sebab anak terbangun sejumlah kali guna untuk menyusu. Terkadang sesudah itu, bayi sulit tidur pulang dan terus terjaga sepanjang malam.

 Kendala semacam ini ialah hal yang lumrah dirasakan orang tua bayi baru lahir. Bayi baru lahir lazimnya menghabiskan nyaris sebagian besar waktunya guna untuk tidur. Mulai umur 3 atau 4 bulan, lazimnya bayi telah dapat istirahat paling tidak lima jam berturut-turut. Namun, kondisinya dapat bertolak belakang pada setiap bayi.

Penyebab Bayi Susah Tidur

Meski terlihat tidak jarang kali tidur, mereka jarang menguras sekian jam beruntun untuk tidur. Tidurnya bakal terbagi ke dalam masa-masa yang berbeda-beda. Bayi dapat tidur sejam, lantas bangun 30 menit dan tertidur kembali.

Ini sebab siklus istirahat bayi, khususnya bayi baru lahir, memang belum laksana orang dewasa. Mereka menjalani lebih tidak sedikit fase istirahat rapid eye movement (REM) yang  urgen untuk tumbuh kembangnya.

Perlu diketahui bahwa situasi bayi sulit tidur pun dapat disebabkan oleh evolusi rutinitas, seperti ketika perjalanan jauh atau sakit.


Mengatasi Bayi Susah Tidur

Agar Si Kecil gampang tertidur dan kita mendapatkan masa-masa istirahat yang cukup, berikut sejumlah tips menanggulangi bayi sulit tidur yang bisa Anda terapkan:

    Atur jadwal Si Kecil

Pada pagi sampai siang hari, sedapat barangkali atur pekerjaan rutin dengan pola yang sama sampai-sampai bayi minum ASI, bermain, dan bersiap istirahat berada di masa-masa yang tidak cukup lebih sama pada tiap harinya.

    Bermain di siang hari

Kegiatan di sepanjang siang dapat menciptakan bayi dapat istirahat lebih nyenyak di malam hari. Rangsang bayi dengan sekian banyak  hiburan guna untuk bayi, laksana menyanyi. Di siang hari, pastikan lokasi tinggal mendapat penyinaran yang terang.

    Mandi atau membacakan kisah menjelang tidur

Bentuk pekerjaan rutin harian menjelang tidur, laksana mandi, membacakan buku, atau memperhatikan musik. Lama-kelamaan, bayi bakal terbiasa dan mengasosiasikan kegiatan ini dengan tidur. Tetapi hindari merealisasikan rutinitas baru ketika anak sedang sakit.

    Kenali firasat Si Kecil mengantuk

Saat bayi telah tampak mengantuk, tempatkan dia di lokasi tidur supaya dia turut terbiasa untuk istirahat dengan sendirinya. Anak yang mengantuk bisa ditandai dengan mengucek mata, menguap, mata berair, rewel, sampai menarik-narik telinga. Maka dari itu, tidak boleh sampai terlambat menanam bayi ke lokasi tidur. Kondisi jasmani bayi yang terlampau lelah malah menjadikan bayi lebih sulit tidur. Jika tidak, dia ingin akan bangun lebih cepat.

    Gunakan lampu redup

Gunakan lampu redup ketika bayi Anda hendak menyusu di malam hari, sampai-sampai dia dengan cepat bakal tertidur kembali.

    Ajari Si Kecil perbedaan antara siang dan malam

Ajari bayi untuk memisahkan antara masa-masa siang dan malam, contohnya dengan mematikan lampu di malam hari.

    Jangan menyuruh Si Kecil bermain saat terbangun

Saat dia terbangun di malam hari, hindari mengajaknya berinteraksi atau merespons “ajakan”nya guna untuk bermain. Hindari pun memberinya mainan supaya dia tahu bahwa malam hari bukan saatnya bermain.

Namun andai bayi masih sulit tidur lelap di malam hari, tidak boleh cemas, sebab masih terdapat cara-cara beda yang dapat dicoba. Berikan dia mandi air hangat, pijat-pijat enteng tubuh bayi, atau ganti bajunya dengan pakaian tidur. Konsistensi dalam mengerjakan rutinitas ini akan menciptakan bayi merasa aman dan istirahat lebih nyaman.

Ingatlah bahwa tidak seluruh strategi bisa berhasil, sebab tiap anak dan gaya pengasuhan tiap orang tua berbeda-beda. Sebagian orang tua senang tidak mempedulikan bayinya terbangun di malam hari, karena dirasakan sebagai urusan yang normal, namun ada pun yang tidak sependapat. Hal terpenting ialah hindari memutuskan standar terlampau tinggi, baik untuk diri sendiri maupun bayi.                       
Comments


EmoticonEmoticon