Dampak Cedera Saraf Tulang Belakang - Qrah.Me

Senin, 18 Februari 2019

Dampak Cedera Saraf Tulang Belakang


Dampak Cedera Saraf Tulang Belakang


Pada tubuh manusia, ada bundel serat saraf yang empuk dan memanjang dari dasar benak ke punggung unsur bawah. Bagian ini anda sebut dengan saraf tulang belakang dan posisinya dibentengi oleh tulang belakang.

Saraf tulang belakang ini bermanfaat untuk mengucapkan pesan antara benak dan semua bagian tubuh. Karena kegunaannya menghubungkan antara benak dan bagian-bagian tubuh lainnya, maka cedera pada saraf tulang belakang dapat menyebabkan gangguan saraf dan faedah organ di sekian banyak  bagian tubuh.

 Dampak Cedera Saraf Tulang Belakang pada Tubuh

Saraf tulang belakang bukanlah unsur yang kebal dari cedera. Cedera pada saraf tulang belakang adalahsalah satu jenis cedera jasmani yang paling serius, dan dampaknya bisa mempunyai sifat jangka panjang.

Informasi dari benak ke semua bagian tubuh atau sebaliknya, bakal terganggu bila ada cedera pada saraf tulang belakang. Hal ini dapat memunculkan penurunan keterampilan tubuh dalam bergerak (motorik) dan merasa (sensorik), baik pada beberapa anggota tubuh maupun seluruhnya.

Dampak cedera saraf tulang belakang bergantung pada derajat kehancuran yang terjadi. Pada cedera ringan, barangkali gangguan pada saraf sensorik dan motorik belum terjadi. Namun pada cedera saraf tulang belakang yang berat, bisa terjadi kehancuran saraf yang mengakibatkan kelemahan, mati rasa, sampai kelumpuhan pada unsur tubuh.

Cedera saraf tulang belakang unsur bawah, contohnya pada tingkat dada atau pinggang, dapat mengakibatkan kelumpuhan pada kedua tungkai kaki. Sedangkan cedera saraf tulang belakang pada lokasi leher, dapat mengakibatkan kelumpuhan pada kedua lengan dan tungkai kaki. Bahkan, bila cedera tentang bagian atas leher, penderita bisa mengalami kendala bernapas sehingga memerlukan alat tolong pernapasan.
TSahabat Sehat dan Gejala Cedera Saraf Tulang Belakang

Secara umum, sejumlah gejala di bawah ini dapat muncul dampak cedera saraf tulang belakang:

  •     Mati rasa atau kesemutan.
  •     Kesulitan mengontrol buang air besar atau kencing.
  •     Kesulitan berjalan.
  •     Hilangnya keterampilan menggerakkan kaki atau lengan (lumpuh).
  •     Sakit kepala.
  •     Pingsan atau tidak sadarkan diri.
  •     Gejala-gejala syok.
  •     Posisi kepala yang tidak wajar.
  •     Nyeri, kekakuan, atau desakan leher, punggung, dan anggota gerak tubuh.

Gejala yang muncul dampak cedera saraf tulang belakang, bergantung pada tempat saraf tulang belakang mana yang terkena.
Penyebab Terjadinya Cedera Saraf Tulang Belakang

Cedera saraf tulang belakang seringkali terjadi sebab kecelakaan atau kekerasan yang merusak struktur tulang belakang. Beberapa misal kecelakaan dan kekerasan yang dapat menyebabkan cedera tersebut, yaitu:

  •     Jatuh dari ketinggian.
  •     Kecelakaan kendaraan bermotor yang mengakibatkan benturan pada wajah, leher, punggung, atau dada.
  •     Cedera pada kepala atau tulang belakang ketika berolahraga.
  •     Tusukan atau tembakan yang tentang tulang belakang.
  •     Terjun ke air dangkal dengan unsur bawah tubuh terbentur lebih dahulu.
  •     Memutar tubuh unsur tengah terlampau kencang atau terlampau kuat.
  •     Tersengat listrik.

Di samping cedera fisik, situasi tertentu laksana pendarahan, pembengkakan, dan tumor di dekat atau di dalam ruas tulang belakang, pun dapat menimbulkan kehancuran saraf tulang belakang.
Apa yang Harus Dilakukan Bila Terjadi Cedera pada Saraf Tulang Belakang

Jika seseorang mengalami kemalangan atau serangan kekerasan yang berisiko untuk cedera saraf tulang belakang, maka dia mesti segera mendapatkan bantuan oleh tenaga medis di lokasi tinggal sakit. Perawatan sedini barangkali oleh dokter spesialis saraf pada cedera ini diinginkan dapat meminimalisir risiko komplikasi jangka panjang dan meminimalkan risiko kematian.

Penanganan mula yang paling penting dilaksanakan dokter ialah meyakinkan jalan napas pasien cedera saraf tulang belakang aman dan pasien bisa bernapas sendiri. Jika ada tanda-tSahabat Sehat kendala bernapas, maka pasien mesti menemukan alat tolong napas. Di samping itu, dokter pun perlu menstabilkan firasat vital dan mengevaluasi kehancuran saraf yang terjadi pada pasien.

Beberapa jenis obat guna untuk meredakan pembengkakan saraf, laksana kortikosteroid tergolong dexamethasone dan metilprednisolon, barangkali akan diserahkan dokter untuk pasien cedera saraf tulang belakang sebagai penanganan awal. Pemberian obat-obatan kortikosteroid ini usahakan dilaksanakan selambat-lambatnya 8 jam sesudah terjadi cedera saraf tulang belakang.

Prosedur pembedahan saraf juga dapat menjadi pilihan untuk kasus-kasus tertentu berhubungan cedera ini. Pertimbangan untuk dilaksanakan operasi butuh disesuaikan pada situasi pasien, serta berat ringannya derajat kehancuran yang terjadi. Operasi pun menjadi pilihan andai cedera saraf tulang belakang diakibatkan oleh tumor, atau pendarahan yang mengurangi saraf tulang belakang.

Pasien akan dianjurkan untuk beristirahat sarat (bed rest) dalam rangka proses pemulihan. Di samping itu, fisioterapi, terapi okupasi, dan rehabilitasi dibutuhkan untuk menunjang proses pengobatan dan mencegah kehancuran lebih lanjut.

Yang mesti dipahami ialah hingga sekarang belum ada penyembuhan yang bisa menyembuhkan cedera saraf tulang belakang secara total. Oleh karenanya, tahapan pencegahan terbaik ialah senantiasa berhati-hati dalam berkendara dan utamakan keselamatan saat bekerja, terutama untuk para pekerja lapangan.                       
Comments


EmoticonEmoticon